CORAKNEWS.COM, MEDAN – Puluhan mahasiswa mengatasnamakan Senat Mahasiswa (SEMA) FSH UINSU aksi demo ke Satlantas Polrestabes Medan, Jalan H Jl. Arif Lubis No.1, Gaharu, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (11/8/2025).

Dengan membawa ban bekas, para mahasiswa membakarnya tepat di depan gerbang Satlantas Polrestabes Medan.

Adapun 4 tuntutan para mahasiswa tersebut adalah :
1. Meminta Kapolda Sumatera Utara untuk segera evaluasi dan periksa Kasat Lantas Polrestabes Medan yang diduga membiarkan oknum-oknum kepolisian Satlantas melakukan pungutan liar dalam proses pengurusan SIM.
2. Meminta dan mendesak Kapolda Sumatera Utara melalui Propam Polda Sumatera Utara agar memerikasa Baur Tilang Satlantas Polrestabes Medan terkait masih adanya pembayaran tilang secara manual tidak melalui Bank dan Audit dana yang diterima oleh Baur tilang Satlantas Polrestabes Medan.
3. Meminta dan mendesak Kapolda Sumatera Utara untuk copot Kasat Lantas Polrestabes Medan yang diduga tidak becus dalam menangani tugasnya terkait dengan banyaknya oknum kepolisian yang viral di media sosial melakukan pungli pada saat melakukan tindakan tilang.
4. Meminta dan mendesak Kapolda Sumatera Utara untuk mencopot Kasat Lantas Polrestabes Medan mengingat kasus pungli yang dilakukan anggota kasus Satlantas Polrestabes Medan Aiptu RH dan Aiptu Napitupulu yang mencoreng nama baik polri, sesuai dengan perintah Kapolri apabila ada anggota Polri yang bermasalah maka pimpinan harus bertanggung jawab.
Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP I Made Parwita, S.H, S.I.K, M.Si di konfirmasi terkait demo mahasiswa tersebut mengatakan, mempersilahkan menyampaikan pendapat dengan bijak yang penting jangan membuat rusuh.
” Terkait demo silahkan saja menyampaikan pendapat rekan2 dengan bijak, yg penting jangan membuat rusuh,” katanya.
Dalam aksi mahasiswa tersebut tampak Kanit Regident, Iptu Giri dan lainnya akhirnya berkomunikasi dengan para mahasiswa yang berdemo. (R2)












