CORAKNEWS.COM, SAMOSIR – Pomparan Sagala Raja sukses menggelar Pesta Bolon Sagala Raja Boru, Bere, Ibebere Se-Dunia yang kedua. Pesta adat berskala internasional ini berlangsung di Desa Ginolat, Sagala, Sianjur Mula-Mula, Samosir, pada 3 s.d. 5 Juli 2026.
Rangkaian acara dimulai sejak 3 Juli 2026 dengan ibadah syukur, dilanjutkan pembagian dan penanaman bibit durian secara simbolis, serta perlombaan martumba dan manortor Tari Sawan yang melibatkan Boru, Bere, dan Ibebere.
Puncak Pesta Bolon berlangsung pada 4 Juli 2026. Acara dibuka dengan ritual mangalahat horbo dan manortor oleh seluruh Pomparan Sagala Raja. Suasana haru dan kekeluargaan sangat terasa sejak awal.
Agenda utama hari itu adalah pelantikan Pengurus Punguan Sagala Raja Periode 2026-2030. Susunan pengurus terpilih adalah:

1. Ketua Umum : St. Drs. Maringan Sagala/br. Situmorang
2. Ketua I : Brigjend (Purn) H. Sagala/br. Sirait
3. Ketua II : Reinhard Erwin Sagala, S.E./br. Simanjuntak
4. Ketua III : Ir. Darlin Sagala/br. Sianturi (+) – Medan
5. Ketua IV : Dr. MJP. Sagala/Br. Sihaloho
6. Ketua V : H. Hasan Basri Sagala, S.E./br. Hasibuan
7. Ketua VI : Joni Sagala, S.E./br. Naibaho (Bona Pasogit)
Sekretaris:
8. Sekretaris Jenderal : Josua Sagala, S.Sos./br. Simanjuntak
9. Sekretaris I : Erik Sagala, S.Kom./br. Simbolon
10. Sekretaris II : Drs. Jaharap Sagala, M.Pd./br. Purba
11. Sekretaris III : Herdin Sagala, S.Sos.,M.Si/br. Sitio – Bandung
Bendahara :
13. Bendahara Umum : Dr. Wannen Pakpahan, M.M./br. Sagala
14. Bendahara I : W. Sigiro, S.H.,M.H./br. Sagala
“Kita Bangga Menjadi Pomparan Sagala Raja”
Dalam pidato pelantikannya, Ketua Umum Drs. Maringan Sagala menyampaikan terima kasih atas kepercayaan peserta Musyawarah Besar untuk memimpin Punguan Sagala Raja periode kedua.
“Kami bangga menjadi Pomparan Sagala Raja. Kehadiran Bapak/Ibu bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi wujud nyata kebersamaan dan kekeluargaan kita semua,” ujar Ketum.
Ia menegaskan jati diri marga Sagala Raja. “Sagala Raja adalah salah satu putra Guru Tatea Bulan yang sejak lahir diberi nama Sagala Raja, sekaligus menjadi marga tertua di komunitas Batak. Beliau juga mendiami tanah Sianjur Mula-Mula. Namun sebagai marga tertua, kita masih tertinggal. Ini yang harus kita jawab bersama,” tegasnya.
Visi: Sagala Raja Maju, Bersatu, dan Berkeadilan Sosial
Untuk periode 2026-2030, Ketum mengusung visi “Terwujudnya Sagala Raja yang Maju, Bersatu, dan Berkeadilan Sosial”
Ia memaparkan sejumlah capaian periode sebelumnya. “Pada periode lalu, kita berhasil membangun Tugu Pomparan Sagala Raja. Ini adalah karya seluruh pomparan sebagai simbol persatuan dan penghormatan kepada leluhur,” jelasnya.
Selain itu, Punguan juga berhasil menyusun dan membatukan tarombo Sagala Raja. “Tarombo ini mencatat 75 tokoh dan leluhur Sagala Raja. Ini identitas kita yang harus dijaga,” tambahnya.
Ke depan, fokus utama adalah penguatan Sumber Daya Manusia dan pelestarian budaya. “Sagala Raja tidak akan berhenti di sini. Kami juga meminta dukungan seluruh pomparan untuk menata Kawasan Tugu Sagala Raja menjadi destinasi wisata. Kita akan bangun sarana dan prasarana, termasuk UMKM, sebagai program 4 tahun ke depan,” pungkas Drs. Maringan Sagala. (SS).












