Kota  

Presiden Tidak Hadir Diacara HKBP di GBK, Gandi : Siapapun Tidak Bisa Mendikte Prabowo

CORAKNEWS.COM, MEDAN,- Korwil Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Drs Gandi Parapat mengatakan, acara ulang tahun (HUT) HKBP yang digelar di lapangan bola Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta Minggu (18/10/2026) kemarin, yang tidak dihadiri Presiden atau Wakil Presiden. Menjadi pertanyaan. Apa HKBP tidak mengakui lagi Wapres Gibran Raka Bumi Raka ?.

“Padahal persiapannya sangat matang sampai ditunda dari pukul 15.00 WIB menjadi pukul 17.00 WIB dan tidak dihadiri Luhut Panjaitan dan Maruarar Sirait ?. Saya selaku warga HKBP dan mantan GAMKI SUMUT tidak heran melihat kepintaran Ephorus Viktor Tinambunan,” kata Gandi Parapat menjawab wartawan, Selasa (20/10/2026).

Lebih jauh kata Gandi, saat ini mewajibkan Kebaktian Keluarga yang membuat uang Kolekte dipersembahkan ke HKBP. “Masalah kebaktian di Rumah/warga, HKBP banyak yang menggelar itu ada yang setiap pag, tapi tidak atas anjuran atau Kepentingan HKBP untuk Kolekte dikumpul dan Stor ke HKBP,
Itu juga kepintaran yang berlebihan dan ada lagi Kepintaranya,” tambahnya.

Gandi juga mempertanyakan, apa benar Ephorus telah menyiapkan kursi kehormatan ke Jokowi ?, selaku mantan Presiden dan PSI sejajar dengan Prabowo Presiden.

“Tapi karena Prabowo tidak mau datang diacara HUT HKBP, akhirnya Jokowi tidak ditampilkan, ada mereka membanggakan Jokowi dari kader PDIP akan masuk dan mendukung PSI,” jelasnya.

Digelarnya acara HKBP Kebaktian dan Perjamuan Kudus di GBK, Gandi menilai, untuk menunjukkan Permainan yang dianggap menggiurkan Prabowo.

“Harus diingat Prabowo itu bukan orang Bodoh, Perjamuan Kudus itu sangat sakral, dan dia tau itu. Acara itu bisa dinilai Prabowo seperti menunjukkan kekuatan HKBP. Prabowo sudah lama mengetahui HKBP dan Data lengkap HKBP pasti tau Presiden,” jelasnya.

Jadi, lanjut Gandi, PMPHI meyakini Presiden malu mendengar dan mengetahui acara itu sehingga tidak dipedulikan.

“Namun kami menyayangkan kenapa WAPRES tidak ambil langkah menggantikan Presiden, menghadiri acara yang dianggap Ephorus itu mahal,” tambahnya.

Acara itu mahal, menurut Gandi, karena menunjukkan kemampuan bisa mengeluarkan uang banyak.

“Padahal kalau dimanfaatkan uang itu memperbaiki mutu Rumah Sakit di Balige, Sekolah HKBP, Universitas Nomensen dan saudara kita yang terkena musibah, pasti sangat bermanfaat,” tambahnya.

Tap, lanjut Gandi, mungkin mereka menilai Prabowo itu orang bodoh biar mereka bisa dapat jatah seperti Syahganda Nainggolan, Roky Gerung.

“Jadi, tolonglah Media orang lain yang ditanya tentang acara itu, namun yang jelas menurut kami itu lelucon. Ketidak hadiran Prabowo dalam acara itu menurut saya membuktikan Prabowo tidak bisa didikte oleh siapapun,” pungkas Gandi Parapat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *