CORAKNEWS.COM, MEDAN,– Korwil Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Drs Gandi Parapat mengatakan, Hotman Paris sudah berhasil tinggal Jaksa Agung yang diragukan setelah menerima menteri BUMN malam malam. Dengan menerima Menteri BUMN, Kejagung langsung membuat putusan Menteri tidak ikut.
“Semua lembaga hukum, Kejaksaan, KPK. Polisi mereka punya strategi masing masing untuk bermain. Bola yang diglindingkan Hotman Paris, agar Ahok bermain dengan Kejagung yang kelihatan bekerja membela negara, melalui mentersangkakan orang kecil mengeplos Pertalite menjadi Pertamax,” kata Gandi Parapat kepada wartawan, Senin (10/3/2025).
Lebih jauh kata Gandi, Kejagung sangat bangga seolah mereka sudah menyelamatkan uang negara ratusan Triliun. “Hampir sama dengan 300 T, tapi yang kembali ke Negara tidak sampai 200 M,” tambahnya.
Menurut Gandi, Ahok pribadi sudah siap melawan raksasa raksasa Kejagung, ataupun Erick Thohir dan siapapun demi bangsa dan negara di kasus Pertamina.
Gandi menduga, Kejagung sudah mulai mengatur strategi penyelamatan diri, atau jabatan dengan kunjungan Erick Thohir. “Apabila Kejagung menghindar melawan Ahok di kasus Pertamina, pasti reputasi Hotman sebagai juri akan redup. Padahal Hotman sudah banyak tuduhan negatif.
Kami masih menunggu konsekwensi, apakah Kejagung hanya mampu bermain pinggir, tidak mau main ditengah,” pungkas Gandi Parapat.(red/*).












