CORAKNEWS.COM, SAMOSIR, – Perang melawan hama padi dikobarkan di Samosir! Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir bersama PPL Kementan RI dan petani turun ke sawah melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) serentak seluas 35 hektare di Desa Sitinjak, Kecamatan Onanrunggu, Jumat (9/5/2026).
Sasaran operasi: Penyakit Blast Daun dan Hama Penggerek Batang yang menyerang padi umur 60 Hari Setelah Tanam (HST). Jika telat ditangani, dua musuh petani ini bisa bikin gagal panen.
Senjata yang dipakai:
1. Fungisida berbahan aktif Trisiklazol + Propikonazol – untuk hajar Blast Daun.
2. Insektisida berbahan aktif Klorantraniliprol – untuk basmi Penggerek Batang.
Kabar baiknya: Semua pestisida GRATIS! Bantuan penuh dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir. Petani tidak keluar uang sepeser pun.
Dikonfirmasi CORAKNEWS.COM, Kadis Ketapangtanikan Tumiur Gultom menjelaskan Gerdal ini respons cepat atas laporan PPL.

“Hasil pengamatan PPL di lapangan, ada gejala blast dan penggerek batang. PPL langsung koordinasi dengan Kepala Desa Sitinjak. Desa buat permohonan resmi untuk gerakan serentak satu desa. Kami di Dinas langsung tindak lanjuti, hari ini turun semprot 35 Ha,” tegas Tumiur.
Gerdal serentak dipilih karena sifat blast dan penggerek batang mudah menyebar. “Kalau semprot sendiri-sendiri, hama pindah ke sawah tetangga. Harus kompak satu hamparan, satu hari, biar tuntas,” tambah Tumiur.
Sekdes Sitinjak Marhos Sitinjak mengapresiasi kecepatan Dinas dalam pengendalian hama di desanya. Saya kira apa yang sudah dilakukan dinas sudah tepat. Terima kasih Pemkab Samosir dan Kementan RI,” ujarnya.
Gerakan ini libatkan PPL, kelompok tani, dan perangkat desa. Selain semprot, petani juga dapat edukasi cara deteksi dini blast: bercak belah ketupat di daun, dan penggerek batang: daun pucuk menguning mati.
Hadir Kabid TPH Rimbun Mawarni Sinaga, Ka.UPTD wilayah 2 Laurentius Simbolon, dan PPL Kementan RI. (SS).












