Daerah  

KSAD Maruli Simanjuntak Resmikan Sumur Bor di Toba, Samosir Kebagian 30 Unit

CORAKNEWS.COM, SAMOSIR, – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak pulang ke Bona Pasogit. Kunjungan kerja sekaligus ziarah leluhur itu membawa berkah bagi masyarakat kawasan Danau Toba.

Di bawah langit teduh, KSAD Maruli Simanjuntak bersama Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Uli Simanjuntak berziarah ke Tambak Simanjuntak Sitolu Sada Ina Oppu Sobosihon Boru Sihotang di Kabupaten Toba, Senin (9/6/2026). Usai ziarah, KSAD meresmikan sumur bor dan menyerahkan bantuan sosial yang dipusatkan di Desa Hutabulu Mejan.

Kegiatan itu dihadiri Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, Bupati Toba, Bupati Humbang Hasundutan, Bupati Tapanuli Utara, tokoh masyarakat, serta pomparan Simanjuntak Sitolu Sada Ina.

Bagi masyarakat Batak, penghormatan kepada leluhur bukan sekadar tradisi. Di tempat itu pesan tentang pendidikan, kerja keras, dan pengabdian diwariskan lintas generasi. Nilai itulah yang ditegaskan Maruli.

“Saya sudah lama merencanakan hadir dan mengikuti adat Batak yang luar biasa ini. Banyak pelajaran jadi bekal hidup. Salah satunya semangat orang Batak terhadap pendidikan. Semangat itu harus terus diwariskan ke generasi muda,” kata Maruli.

Ia mengenang perjalanan hidupnya yang tidak selalu mudah. Tantangan yang dihadapi justru menjadi dorongan untuk terus berjuang hingga dipercaya memimpin TNI Angkatan Darat.

Menurut Maruli, pembangunan paling bermakna adalah yang langsung dirasakan masyarakat. Karena itu TNI AD terus mengembangkan program air bersih, infrastruktur sederhana, hingga bedah rumah tidak layak huni.

“Program air bersih bukan hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendukung pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selain sumur bor, KSAD juga membawa program bedah rumah, bantuan pembangunan rumah ibadah, serta bantuan sosial lainnya.

Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian. Bagi Vandiko, kehadiran KSAD di Danau Toba bukan hanya membawa bantuan fisik, tetapi menunjukkan pembangunan hadir lewat kolaborasi.

Vandiko mengungkapkan, manfaat program sumur bor yang digagas KSAD sudah dirasakan warga Samosir. Lewat sinergi Pemkab Samosir dan TNI AD, sebanyak 30 unit sumur bor telah dialokasikan dan dikerjakan di berbagai wilayah Samosir.

“Kami mengapresiasi perhatian dan kepedulian Bapak KSAD terhadap masyarakat di Bona Pasogit. Program sumur bor dan program lainnya merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar Vandiko.

Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada fiskal pemerintah. Kemampuan membangun jejaring dan memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, TNI, dan pemangku kepentingan menjadi kunci percepatan pembangunan.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat, kami bangga mendapat bantuan sumur bor dari Bapak KSAD. Semoga ke depan semakin banyak program yang dibawa ke Samosir,” kata Vandiko.

Vandiko menilai sosok Maruli Simanjuntak jadi contoh nyata anak Batak bisa berprestasi di tingkat nasional tanpa meninggalkan identitas budaya dan kampung halaman. Pesan itu relevan bagi generasi muda Danau Toba di era globalisasi. Pendidikan, karakter, dan cinta tanah kelahiran harus berjalan beriringan.

Sinergi yang dijalin Vandiko dengan TNI membuka peluang hadirnya program berdampak langsung. Kemajuan daerah tidak hanya dibangun anggaran, tetapi juga semangat gotong royong, kepedulian, dan komitmen membawa manfaat bagi rakyat.

Ketua Umum Punguan Simanjuntak Sitolu Sada Ina Muktar Simanjuntak menyebut kehadiran KSAD jadi kebanggaan seluruh pomparan. “Keberhasilan Bapak Maruli bukti nilai leluhur tetap hidup dan mengantar generasi penerus berkontribusi bagi bangsa,” kata Muktar. (SS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *