CORAKNEWS.COM, SAMOSIR, – Suasana Segmen V Waterfront Pangururan tampak lebih hidup dan ramai. Deretan tenda UMKM berjajar rapi di tepian Danau Toba, sementara para pelari, wisatawan, dan masyarakat hilir mudik menikmati ragam kuliner serta produk khas daerah dalam rangkaian Trail of The Kings by UTMB 2026.
Aroma kopi Samosir, makanan tradisional, hingga kerajinan tangan khas Batak menyatu dengan semangat peserta dari berbagai daerah dan negara.
Kawasan Waterfront Pangururan pun berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi, sekaligus ruang pertemuan budaya selama ajang lari internasional itu berlangsung.
Di tengah keramaian, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom turun langsung meninjau satu per satu stand UMKM. Ia menyapa pelaku usaha, berbincang mengenai produk yang dipasarkan, sekaligus memastikan kesiapan mereka melayani para tamu dan peserta lomba.

Menurut Vandiko, kehadiran ribuan pelari dan wisatawan merupakan peluang besar bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk unggulan Samosir ke pasar yang lebih luas.
“Event ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga momentum menggerakkan ekonomi masyarakat.
Karena itu saya mengajak seluruh pelaku UMKM memberikan pelayanan terbaik, menjaga kualitas produk, dan tetap mempertahankan harga yang wajar,” ujar Vandico saat meninjau lokasi.
Etalase UMKM se-Kawasan Danau Toba
Tak hanya UMKM asal Samosir, sejumlah pelaku usaha dari Kabupaten Tapanuli Utara, Toba, Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara, hingga UMKM binaan Bank Indonesia juga ambil bagian dalam pameran tersebut.
Kehadiran berbagai produk dari sejumlah daerah membuat kawasan UMKM TOTK menjadi salah satu destinasi favorit pengunjung.
Banyak peserta lomba memanfaatkan waktu luang untuk berburu cenderamata khas Danau Toba maupun mencicipi aneka kuliner lokal.
Salah seorang pelaku UMKM mengaku antusias dengan penyelenggaraan TOTK, karena mampu menghadirkan pasar yang jauh lebih besar dibanding hari biasa.
Panggung Budaya Nusantara Semarakkan TOTK
Selain menjadi ajang promosi produk lokal, hari pertama TOTK 2026 juga diwarnai pertunjukan seni budaya yang memukau. Panggung utama Waterfront Pangururan dipenuhi penampilan seni dari berbagai daerah di Indonesia.
Tarian Papua yang mengangkat pesan kebersamaan dan penguatan generasi muda tampil energik dan mendapat sambutan hangat dari para pelari.
Gerakan dinamis para penari berhasil menghidupkan suasana sekaligus menyampaikan pesan persaudaraan lintas budaya.
Bupati Vandiko bersama jajaran pimpinan OPD terlihat berbaur dengan masyarakat, menikmati setiap pertunjukan yang disajikan. Sesekali mereka tampak memberikan apresiasi kepada para penampil yang sukses menghibur pengunjung.
Tak berhenti di situ, panggung juga diramaikan penampilan tarian tradisional Batak serta Tari Kolosal Etnik Nusantara yang dibawakan perwakilan berbagai provinsi melalui Forum Komunikasi Penghubung Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia.
Perpaduan warna-warni kostum, musik tradisional, dan kekayaan budaya Nusantara menjadikan Opening Ceremony TOTK 2026 berlangsung semarak.
Penampilan tersebut sekaligus mempertegas posisi Samosir sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam Danau Toba, tetapi juga kekayaan budaya yang hidup dan terus berkembang.
Runner asal Singapura, Aditya, yang sedang bersantai bersama rekannya sambil menikmati kuliner mengaku senang berkunjung ke Samosir.
“Kami akan tinggal di Samosir selama lima hari. Kami senang, masyarakat Samosir ramah, makanannya enak-enak semua,” kata Aditya.
Melalui penyelenggaraan TOTK 2026, Pemerintah Kabupaten Samosir berharap dampak ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM, sekaligus memperkuat citra Samosir sebagai destinasi sport tourism kelas dunia di kawasan Danau Toba. (SS).












