CORAKNEWS.COM, SAMOSIR, – Hujan yang mengguyur Kecamatan Sigumpar, Kabupaten Toba, tak menyurutkan langkah Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon untuk berziarah.
Politisi nasional sekaligus Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen itu memimpin kebaktian khidmat di Makam I.L. Nommensen, Jumat 19/6, bersama Panitia Nasional Perayaan 165 Tahun HKBP.
Ziarah ini menjadi bentuk penghormatan mendalam kepada Ingwer Ludwig Nommensen, misionaris asal Jerman yang dikenang sebagai
“Rasul Bangsa Batak”. Meski cuaca tak bersahabat, doa dan kebaktian di kompleks makam bersejarah itu berlangsung penuh kekhusyukan.
Lebih dari Misionaris: Nommensen adalah Pondasi Kemajuan Batak
Dalam sambutannya, Effendi Simbolon menegaskan bahwa warisan Nommensen jauh melampaui pelayanan gereja.
“I.L. Nommensen bukan hanya misionaris. Beliau adalah apostel, rasul bagi bangsa Batak. Jejaknya nyata dalam pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial kita sampai hari ini,” tegasnya.
Bagi Effendi, nilai pengabdian Nommensen sangat relevan untuk para pemimpin masa kini. “Semangat pengorbanan, pelayanan tanpa membeda-bedakan, dan keberpihakan pada pendidikan yang beliau tunjukkan adalah contoh nyata. Setiap pemimpin wajib meneladaninya saat membangun masyarakat,” ujar Effendi.
Warisan yang Terus Hidup
I.L. Nommensen tiba di Tanah Batak tahun 1862 sebagai utusan Rheinische Missionsgesellschaft. Dengan menghargai budaya lokal, ia berhasil meletakkan dasar Kekristenan yang melahirkan HKBP, salah satu gereja terbesar di Indonesia.
Tak hanya itu, Nommensen juga mendorong kemajuan pendidikan dan kesejahteraan. Salah satu warisannya yang terus hidup adalah Universitas HKBP Nommensen, kini menjadi perguruan tinggi terkemuka di Sumatera Utara.
Camat Sigumpar, Robinson Siagian, turut mengingatkan kembali perjuangan sang misionaris yang mengabdikan hidupnya untuk Tanah Batak hingga akhir hayat dan dimakamkan di Sigumpar.
165 Tahun HKBP: Hidupkan Kembali Semangat Pelayanan
Effendi Simbolon menutup dengan pesan kuat: peringatan 165 tahun HKBP bukan sekadar mengenang sejarah. “Ini momentum menghidupkan kembali semangat pelayanan, pendidikan, dan persatuan yang diwariskan Nommensen,” katanya.
Menurutnya, nilai-nilai yang ditanamkan Rasul Bangsa Batak itu harus dijaga dan diwariskan ke generasi muda. “Itulah fondasi untuk membangun masyarakat yang maju, berkarakter, dan berkeadaban.”
Ziarah di tengah hujan ini menjadi simbol: semangat pengabdian Nommensen tak pernah padam, dan harus terus menyala di hati setiap anak bangsa.(SS).












