Kapolsek Balige, AKP Libertius Siahaan membenarkan penemuan mayat tersebut.
“Korban diketahui bernama Levran Monang Sitanggang (18), pelajar, warga Jalan C Simanjuntak Onan Raja, Kelurahan Balige III, Kecamatan Balige Kabupaten Toba,” katanya.
Sesuai Informasi warga berinisial JFT (13) warga Soposurung, Desa Hinalang Bagasan, Kecamatan Balige bahwa adanya ditemukan mayat seorang laki-laki bernama Levran Monang Sitanggang yang mengapung di tepi Pantai Danau Toba.
“Sekira pukul 09.30 wib, JFT berenang beserta 2 temannya yaitu MRH (17) warga Soposurung, Desa Hinalang Bagasan, Kecamatan Balige dan BDS saat itu hendak berenang ke lokasi tersebut,” lanjutnya.
Ia melihat mayat korban mengapung di dekat dermaga dengan posisi berdiri menghadap dermaga. KarenaTidak mengenal identitas mayat korban, Lalu ia pun memberitahukan kejadian tersebut kepada masyarakat sekitar dan pihak Polsek Balige.
Kemudian Seorang Warga, Maradong Napitupulu (44) warga Jalan Pemandian, Kelurahan Sangkar Nihuta, Kecamatan Balige menerangkan bahwa Korban sering berenang dilokasi pantai tersebut. Saat berenang sendirian, korban sering berteriak teriak,” ucapnya.
Sementara itu, Ibu Korban Osta Manurung menjelaskan, Korban keluar dari rumah pada hari Sabtu tanggal 25 Juli 2026 sekira pukul 04.45 Wib dengan alasan untuk olah raga pagi. Kebiasaan korban sering melaksanakan olah raga pagi dan berenang di danau toba di lokasi Depan Cafe Resto Bistro,” paparnya.
Sebelumnya, Pada hari Sabtu tanggal 25 Juli 2025 sekira pukul 19.00 Wib, ibu korban mencari keberadaan Anaknya di sekitar tepi pantai danau toba tepatnya di depan Cafe Resto Bistro dan menemukan sepasang sepatu, jaket dan HP milik korban, namun hingga esok harinya tidak menemukan keberadaan korban.
Ibu korban mengakui sejak tahun 2022 korban ada mengalami depresi dan telah rutin untuk konsultasi ke dokter psikiater di RSUD Porsea.
“Korban selalu berenang sendiri dikarenakan tidak memiliki teman karena sering di ejek oleh teman temannya,” terang Libertius.
Korban juga pernah bersekolah di salah satu SMAN yang ada di Balige. Namun karena adanya gangguan jiwa yang dialami korban, korban tidak dapat menyelesaikan pendidikannya di Sekolah tersebut.
“Dalam hal ini, ibu korban Tidak ada melaporkan terkait tidak ditemukannya korban pada sabtu tanggal 25 juli 2026 ke Pihak Polsek Balige,” ujarnya.
Ibu korban Menerima penyebab kematian korban. Adapun barang bukti yang diamankan petugas kepolisian berupa Satu Celana Trening berwarna biru dengan tulisan salah satu sekolah SMPN di Balige dan satu buah celana dalam korban berwarna hitam.
Kemudian pihak Personel Polsek Balige melaksanakan olah TKP serta menghubungi pihak keluarga korban. Kemudian membawa mayat korban ke RSUD Porsea untuk dilakukan pemeriksaan luar.
“Dari hasil pemeriksaan dokter di RSUD Porsea, korban meninggal dunia dikarenakan sesak bernafas akibat tenggelam. Tidak ditemukan adanya bekas luka yang dicurigai di sekujur tubuh korban. Keluarga korban menerima penyebab kematian korban serta menolak untuk dilakukan autopsi,” pungkasnya. (Hotman).












