CORAKNEWS.COM, SAMOSIR – Kementerian Ekonomi Kreatif / Badan Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf) melalui program flagship Aktivasi Creative Hub 2026 menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) dan Sertifikasi Kompetensi Skema Okupasi Cook di Gedung Creative Hub Samosir, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, 18-21 Oktober 2026.
Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan ini. Peserta merupakan pelaku kuliner yang telah memiliki usaha, mulai dari produsen bandrek, bawang goreng, kue dan bakery, kedai kopi, katering, hingga warung dan rumah makan.
Pengelola Creative Hub Samosir, Gilbert Siagian mengatakan Samosir memiliki banyak pelaku kreatif. Ia sendiri mengembangkan produk seperti minuman wine kopi dan ulos. Ke depan, pihaknya akan kembali menggiatkan komunitas kreatif di Creative Hub Samosir.
“Komunitas kreatif ini tidak berhenti pada kegiatan-kegiatan pada umumnya, tetapi juga akan menjangkau elemen masyarakat seperti pelajar SD, SMP, hingga SMA,” ungkap Gilbert.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, Tetti Naibaho menilai sektor kuliner di Samosir masih membutuhkan penguatan, terutama dalam penyajian (plating) makanan dan manajemen.

“Saya kira ini kegiatan yang luar biasa, di mana kita lihat peserta sangat antusias. Harapan kami, pelatihan dari Kementerian Ekraf tidak berhenti sampai di sini, dan nantinya membawa kemajuan serta kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku ekraf di Samosir,” tutur Tetti.
Sementara itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Samosir, Hotraja Sitanggang yang mewakili Bupati Samosir menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, wisatawan yang datang ke Samosir tidak hanya ingin menikmati panorama, tetapi juga ingin menikmati cita rasa khas Samosir.
“Wisatawan yang datang ke Samosir tidak hanya ingin menikmati panorama, tetapi juga ingin menikmati cita rasa khas Samosir,” ujarnya. Ia meyakini pelatihan ini akan membuat UMKM ekonomi kreatif di Samosir naik kelas.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif, R. Adi Mukhtar Rivai. Ia menegaskan ekonomi kreatif hari ini tidak cukup hanya bermodal bakat.
“Ekonomi kreatif hari ini tidak cukup hanya bermodal bakat. Kita butuh kompetensi yang terstandar, diakui, dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia menambahkan, sertifikat kompetensi bukan sekadar kertas.
“Sertifikat kompetensi ini bukan sekadar kertas, tapi paspor untuk teman-teman bisa naik kelas, masuk ke industri, membuka lapangan kerja, dan bersaing di tingkat nasional bahkan global,” jelasnya.
Usai pembukaan, peserta mengikuti pengenalan Skema Okupasi Cook dan materi teori bersama trainer Minta Harsana dan Slamet Supriyanto. Skema ini mencakup 19 unit kompetensi sesuai SKKNI, antara lain kebersihan area kerja, keselamatan makanan, K3, pengembangan menu, hingga pengelolaan pastry dan bakery.
Pelatihan berlangsung hingga Selasa (20/10/2026), dilanjutkan uji sertifikasi kompetensi oleh LSP Pariwisata Jana Dharma Indonesia yang berlisensi BNSP pada Rabu (21/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program flagship Aktivasi Creative Hub 2026 yang dilaksanakan Kementerian Ekraf di 21 lokus Creative Hub di Indonesia.
“Terima kasih kepada Pemerintah Daerah Samosir yang telah menjadi kolaborator luar biasa sebagai salah satu pemangku kepentingan hexahelix. Sinergi pusat dan daerah inilah kunci ekosistem ekraf yang kuat,” tutup R. Adi Mukhtar Rivai. (SS).












