Daerah  

KSBN Papua Selatan Tampil Memukau di Panggung Air Mancur Menari Pangururan, Diajang Geofest 2026 

CORAKNEWS.COM, SAMOSIR,- Senja di Waterfront City Pangururan berubah menjadi panggung persatuan Nusantara. Rabu, 1 Juli 2026, ribuan pasang mata terpukau saat irama tifa Papua berpadu dengan semilir angin Danau Toba.

Di tengah kemegahan Panggung Air Mancur Menari pada ajang Geotourism Festival (GeoFest) 2026, Komunitas Seni Budaya Nasional (KSBN) Papua Selatan tampil memukau.

Mengenakan perpaduan busana adat Papua dan ulos Batak, para penari menghidupkan panggung dengan gerak enerjik dan lagu-lagu bernuansa Timur Indonesia. Sorak tepuk tangan mengiringi setiap hentakan kaki mereka.

Penampilan ini menjadi salah satu magnet utama GeoFest 2026, sebuah kolaborasi strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Samosir.

Lebih dari sekadar pertunjukan, kehadiran KSBN Papua Selatan menegaskan bahwa Samosir kini menjadi ruang temu budaya dari Sabang sampai Merauke.

Misi Budaya 23 Seniman Papua Selatan di Tanah Batak

Sebanyak 23 anggota KSBN Papua Selatan diberangkatkan langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Selatan. Rombongan dipimpin oleh Benyamin Simatupang.

Agenda :
1. Geotourism Festival : Tampil 1–2 Juli 2026 di Pangururan.
2. Samosir Music International : Mengisi Open Stage Tuktuk Siadong pada 2–4 Juli 2026.

Benyamin Simatupang menyampaikan, Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, dijadwalkan hadir langsung di Samosir.

“Kehadiran Bapak Wagub adalah bentuk dukungan nyata untuk kolaborasi budaya Papua Selatan dan Samosir,” ujarnya.

Samosir: Panggung Budaya Nasional yang Semakin Dipercaya

Pemerintah Kabupaten Samosir menyambut hangat kedatangan para seniman dari ujung timur Indonesia.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemprov Papua Selatan yang memenuhi undangan Bupati Samosir. Kehadiran seniman Papua adalah kehormatan besar dan memperkaya khazanah budaya di GeoFest dan Samosir Music International,” ujar Pemkab Samosir.

Lebih dari panggung seni, Pemkab Samosir berharap ini menjadi pintu pembuka kerja sama yang lebih luas di bidang kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga promosi daerah.

Ketika Tifa Bertemu Ulos: Pesan Kebhinekaan dari Tepian Danau Toba

Momentum ini membuktikan satu hal: Samosir bukan hanya tentang panorama Danau Toba yang mendunia. Samosir adalah rumah bagi keberagaman Indonesia.

Saat hentakan tifa Papua bersahutan dengan riuh penonton Batak, tercipta harmoni yang sesungguhnya.

Di sinilah perbedaannya bukan hanya dirayakan, tapi dijadikan kekuatan untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia. Melalui seni, melalui budaya, melalui pariwisata.

Dari Timur ke Barat, dari Papua ke Samosir, Indonesia satu dalam irama. (SS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *