CORAKNEWS.COM, MEDAN,— Korwil Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Drs Gandi Parapat mengatakan, banyak pernyataan atau permintaan gila yg menyebut nama Jokowi dalam pusaran Korupsi atau kejahatan. Seperti Ahok meminta agar Jaksa memeriksa Jokowi dalam kasus Pertamina.
“Ahok seperti bodoh tidak mengetahui Jaksa Jaksa itu orang pintar, tidak bekerja asal asalan dan digaji Petani/rakyat. Yang paling terpenting anak buah Prabowo Presiden. Pasti Jaksa atau KPK menghindari nama Jokowi dalam masalah kejahatan atau Korupsi uang,” kata Gandi Parapat,” Kamis (29/1/2026)
Lebih jauh kata Gandi, harus diingat bapak Presiden Prabowo selalu atau sering bilang “Hidup Jokowi” dan tidak pernah dengar hidup NKRI atau hidup masyarakat. “Mendengar suara Presiden Prabowo ‘Hidup Jokowi’ seolah hanya Jokowi yang dilindungi Presiden, yang menimbulkan kecemburuan kami. Padahal harapan kami ke pak Presiden Prabowo cukup besar,” harap Gandi.
Untuk itu, lanjut Gandi, PMPHI juga akan terus mengingatkan Menteri Keuangan Purbaya agar tidak terlalu semangat membangun NKRI, melalui suara suara agar para Koruptor segera mengembalikan uang Negara yang dicuri.
Karena, menurut Gandi, yang disuarakan Purbaya semua dijaman Jokowi Presiden. “Makanya sering kami bersuara agar Purbaya segera meninggalkan Prabowo. Masyarakat luas memang mendukung penuh Purbaya namun akan mengecewakan masyarakat luas karena temuan atau suara Purbaya seperti tidak digubris Presiden Prabowo. Itulah salah satu kami meminta agar Purbaya segera meninggalkan Prabowo dan Prabowo sering menyatakan “Hidup Jokowi” tidak hidup Indonesia,” tambahnya.
Menurut Gandi, ada yang aneh lagi berita mantan Menteri menyebut Rp 4, trilyun diterima Luhut dan Jokowi. “Hal ini menurut kami Penghinaan, mana mungkin sejelek itu Luhut dan Jokowi. Untuk itu KPK atau Kejagung yang menangani kasus Nadiem harus menuntaskan fitnah tersebut dengan memeriksa Jokowi dan Luhut, biar bersih namanya,” pungkas Gandi Parapat. (Red/*)












