CORAKNEWS.COM, SAMOSIR,– Melestarikan warisan leluhur Bangso Batak, Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar Event Budaya Horja Bius: Pasahat Horbo Lae-lae tu Dolok Pusuk Buhit. Kegiatan ini jadi salah satu rangkaian Calendar of Event Horas Samosir Fiesta 2026 yang dipusatkan di Desa Sipitu Dai, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kamis 29 Mei 2026.
Untuk pertama kalinya, ritual sakral Horja Bius digelar di Kecamatan Sianjur Mula-mula. Warga Sipitu Dai menyambut hangat. Suasana khidmat berpadu meriah saat prosesi pasahat horbo lae-lae atau persembahan kerbau muda ke Dolok Pusuk Buhit digelar.
Tak hanya ritual, event ini juga menyuguhkan pagelaran tor-tor, musik gondang, dan atraksi mosak Batak yang memukau warga dan wisatawan.
Kehadiran Horja Bius turut menarik perhatian Ir. Nikolas Naibaho, MBA, perantau asal Samosir yang juga pemerhati budaya. Nikolas dikenal sebagai Ketua Umum Sirajabatak Foundation, Ketua Pembina Yayasan Sitolu Hae Horbo, dan Pendiri LABB (Lokus Adat Budaya Batak).
“Event Horja Bius ini pemicu semangat baru untuk pariwisata Samosir. Budaya seperti ini wajib dilestarikan di semua daerah agar tetap hidup dan jadi ingatan generasi muda,” ujar Nikolas.

Ia berharap warga bisa menangkap peluang ekonomi dari event budaya. “Jangan berhenti di ritual. Jadikan Horja Bius sebagai atraksi yang dijual ke wisatawan. Bentuk kelompok seni pertunjukan di desa. Atraksi budaya bisa jadi sumber pendapatan tanpa menghilangkan cerita aslinya yang memikat,” tegas Nikolas.
Nikolas juga menitip pesan ke Pemkab Samosir agar memberi pelatihan dan fasilitas pengembangan budaya ke masyarakat desa. “Kalau dikemas profesional, wisatawan rela datang dan membayar untuk menonton. Budaya jadi hiburan, desa dapat pendapatan,” tambahnya.
Horja Bius merupakan upacara adat Batak kuno untuk memohon berkat, keselamatan, dan kesuburan. Dengan dikemas dalam Horas Samosir Fiesta 2026. Pemkab Samosir menargetkan ritual leluhur ini jadi daya tarik wisata budaya unggulan di kawasan Pusuk Buhit. (SS).












