Hukrim  

Hendrik Sitompul Hadiri Acara Peluncuran Buku Hakim Konstitusi, Prof. Dr. Manahan M.P. Sitompul. S.H., M.Hum

Jakarta (CN) Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Komisi 7 Drs. Hendrik H. Sitompul, MM menghadiri undangan kegiatan Peluncuran Buku Hakim Konstitusi, Prof. Dr. Manahan M.P. Sitompul. S.H., M.Hum sekaligus pisah sambut Hakim Konstitusi yang purna tugas di Gedung Mahkamah Konstitusi RI, Jakarta Pusat pada Kamis (18/01/2024). Acara peluncuran buku tersebut bersama dengan buku dari dua hakim konstitusi lainnya Dr. H. Wahiduddin Adams, S.H., M.A. dan H. Arsul Sani, S.H., M.Si., LL.D.

Pada kesempatan itu, Hendrik mengapresiasi hakim konstitusi yang tetap produktif menulis buku dan menjadi tradisi yang baik para hakim konstitusi. Harapannya buku ini memberikan wawasan baru.

“Empat buku yang diluncurkan hari ini adalah bukti produktivitas para hakim konstitusi menuangkan pikiran melalui tulisan. Saya sangat mengapresiasi dan yakin buku ini dapat memberikan wawasan baru yang lebih berharga dibanding wawasan kita yang ada pada saat ini,” kata Hendrik.

Empat judul buku yang diluncurkan tersebut adalah Ora Et Labora: Perjuangan dan Pergulatan Anak Tarutung Menjadi Pengadil oleh Manahan M.P. Sitompul dan 70 Tahun Dr. Wahiduddin Adams, S.H., M.A. Dalam Pusaran Kehidupan dan Supremasi Konstitusi oleh Wahiduddin Adams. Kemudian, Keamanan Nasional dan Perlindungan HAM: Dialektika Kontra Terorisme di Indonesia oleh Arsul Sani serta Membiasakan yang Benar: Kumpulan Tulisan dan Kesaksian Sahabat oleh Wahiduddin Adams.

Hendrik berterima kasih kepada dua hakim konstitusi yang akan purna tugas yakni Prof. Dr. Manahan M.P. Sitompul. S.H., M.Hum dan Dr. H. Wahiduddin Adams, S.H., M.A serta menyampaikan selamat kepada H. Arsul Sani, S.H., M.Si., LL.D. yang akan dilantik sebagai Hakim Konstitusi.

“Tentunya hari ini juga Prof. Dr. Manahan M.P. Sitompul. S.H., M.Hum dan Dr. H. Wahiduddin Adams, S.H., M.A akan purna tugas setelah kira-kira 8 tahun lebih sebagai Hakim Konstitusi. Saya mengapresiasi terlebih khusus untuk Pak Manahan Sitompul yang hari ini purna tugas”, tandas Hendrik.

“Saya mengenal Pak Manahan sebagai pribadi yang berjuang sampai ke posisi sekarang ini sebagaimana yang ditulis beliau dalam buku ini. Saya kira dalam keseharian beliau memiliki banyak ide gagasan dan pikiran-pikiran yang bisa dituangkan dalam buku,” lanjut Hendrik

Hendrik berharap tradisi ini terus ada di hakim konstitusi untuk menuangkan pikiran melalui tulisan yang bermanfaat dan menjadi contoh bagi masyarakat.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *