CORAKNEWS.COM, MEDAN – Sempat Diwarnai kericuhan di acara Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara, Minggu (1/2/2026), akhirnya Andar Amin Harahap Ditetapkan Sebagai Ketua Golkar Sumut Periode 2025-2030 secara aklamasi.
Sementara Bakal calon lain, Hendri Yanto Sitorus gagal menjadi calon karena hanya mendapat 2 surat dukungan yang sah. Surat dukungan sah sendiri minimal 30 persen dari 39 suara.
Andar sendiri mendapat dukungan 31 suara sah. Kemudian dalam laporan Ketua Steering Committee Musda XI Golkar Sumut Syamsul Qomar mengatakan jika ada beberapa surat dukungan ganda sehingga tidak bisa diverifikasi karena memiliki tanggal yang sama.
Selain itu ada juga surat dukungan yang dibuat oleh dua orang ketua yang berbeda. Termasuk adanya surat dukungan dari pemilik suara yang tidak masuk ke panitia.
“Maka panitia mengambil kesepakatan untuk membawa ini ke Musda ini,” kata Syamsul Qomar saat membacakan keputusan Steering Committee.
Setelah Andar ditetapkan sebagai Ketua Golkar Sumut terpilih, Musda Golkar kemudian memilih anggota formatur. Anggota formatur sendiri terdiri dari DPP atas Ahmad Doli Kurnia, DPD Asahan, DPD Medan, dan AMPI.
Musda XI Golkar Sumut berlangsung di Ballroom Hotel JW Marriott, Jalan Putri Hijau, Kota Medan, Minggu (1/2/2026).
Pantauan di lokasi, kericuhan terjadi di luar arena musda, persisnya di luar hotel. Sekelompok orang memakai seragam kuning tampak berteriak.
Mereka datang dari arah Jalan HM Yamin Medan, persis samping pintu keluar hotel. Kemudian mereka bergerak menuju Jalan Putri Hijau Medan, di depan hotel sambil berlari.
Massa kemudian mencoba mengejar seseorang yang berada di dalam halaman jalur masuk hotel. Terlihat massa menenteng kayu. Lalu terdengar suara teriakan, letusan petasan yang sangat keras dan aksi lemparan ke arah hotel.
Tak lama kemudian massa bergerak ke persimpangan jalan, tepatnya di depan hotel, depan Podomoro dan TVRI. Di sana massa terlihat bentrok dengar seseorang.
Lalu di samping hotel, di Jalan HM Yamin, terlihat juga massa mendesak petugas keamanan hotel untuk membuka paksa pagar pintu masuk.
Lalu mereka berhasil menerobos, dan masuk ke kawasan parkir bagian depan dalam hotel. Namun itu hanya sebentar, mereka kemudian keluar menuju jalan.
Beruntung kericuhan tidak meluas. Pihak kepolisian tampak berjaga di depan lobi hotel. Namun kericuhan sempat membuat terganggunya arus lalu lintas. Begitu pun, Musda Golkar Sumut tetap berjalan.
Terkait insiden kericuhan yang sempat terjadi, Asril menekankan pentingnya upaya pencegahan agar hal serupa tidak terulang.
Ia mengajak seluruh kader untuk menahan diri, mengedepankan musyawarah, serta menjaga suasana tetap kondusif selama seluruh tahapan Musda berlangsung.
“Kami berharap tidak ada lagi kericuhan. Semua pihak harus sama-sama menjaga kondusivitas, soliditas, dan kekompakan. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, namun harus disalurkan melalui mekanisme organisasi,” tegasnya.
Asril membenarkan kejadian tersebut dipicu oleh ketidakpuasan massa yang dilarang masuk ke area steril persidangan.
”Saat masuk tahapan sidang dan paripurna, tamu di luar peserta dan peninjau diminta menyesuaikan diri. Kami sudah sampaikan bahwa hanya yang memiliki undangan khusus yang bisa masuk ke forum,” ungkapnya Asril.
Meski sempat memicu ketegangan di ruas jalan sekitar hotel, situasi akhirnya berhasil dikendalikan setelah petugas kepolisian turun ke lokasi untuk menenangkan massa. Asril menegaskan bahwa panitia tetap menginstruksikan seluruh kader untuk menjaga kekompakan dan soliditas demi kelancaran Musda DPD Golkar Sumut.
”Tadi sudah kami imbau untuk tetap menjaga kekondusifan. Kami harus jaga kekompakan dan soliditas partai,” ujar Asril.(R2)












