CORAKNEWS.COM, MEDAN,– Terkait perintah Kapolda Lampung yang memerintahkan jajaran tembak ditempat para pelaku Begal. Namun Menteri HAM Pigai menilai lain, bahkan menurut Pigai Kapolda Lampung bisa diperiksa Komnas HAM.
Menanggapi hal itu, Korwil Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Drs Gandi Parapat mengatakan, Pigai jangan terlalu pintar, mulut itu dijaga. “Kau tidak melihat kematian orang karena dibegal. Apa harus lehermu itu dibegal. Hal itu tidak mungkin kau rasakan, karena kau sekarang pake pengawal dengan uang rakyat melalui pajak,” tegas Gandi menjawab wartawan ketika dimintai komentarnya, Jumat (22/5/2026).
Lebih jauh kata Gandi, Pigai seperti mengancam Kapolda Lampung dan Sharoni DPR Komisi III. “Kami sangat mendukung sikap tegas Sharoni DPR dan Kapolda Lampung. Kenapa tidak kau bilang setiap ada yang membawah senjata tajam dan mempermainkannya di jalan harus ditangkap.
Kenapa tidak kau bilang sama begal begal itu, agar berhenti melakukan kejahatan apalagi membunuh, agar berhenti meninggalkan profesi karena akan ditembak ditempat,” tegasnya lagi.
Gandi mengingatkan kembali, bagaimana Pigai harus menyadarkan diri, agar mengetahui harga nyawa manusia yang dibunuh karena Begal.
“Jangan terlalu pintar Pigai membela Begal, sebagai musuh negara yang mengganggu kenyamanan ketertiban warga negara.
Sangat luar biasa pembelaanmu kepada Penjahat negara. Sebaiknya Pigai ini diperiksa kejiwaannya ke RS dan cepat dibuang oleh Prabowo,” jelasnya
Menurut Gandi, demi keamanan Negara PMPHI sangat mengapresiasi Kapolda Lampung, ditembak ditempat apabila ada Begal.
“Pembelaan Pigai ke Begal dengan teori teori harus dilawan, jangan jangan Pigai memelihara Begal diseluruh Indonesia, sehingga dia berusaha keras melindungi dengan teori teori, sementara masyarakat korban Begal yang mati, hilang bagian tubuh dan harta tidak dipedulikan,” katanya.
Pertanyaan kepada Presiden Prabowo, lanjut Gandi, apakah masih memelihara Pigai yang terkesan melindungi Begall dan tidak menciptakan keamanan Masyarakat ?
“Segera buang si Pigai itu Pak Presiden, dan periksa ke RS. Kami sudah mendata Pembantu / Menteri Prabowo 95% penjahat ingi menjatuhkan Prabowo, ditengah perjalanan,” pungkas Gandi. (Red)












