Daerah  

SAMOSIR GO NASIONAL! WFC Pangururan & Kawasan Tele Masuk 3 Besar Terbaik se-Indonesia

“Tim Pakar Nasional dari Ditjen Cipta Karya Turun Langsung 3 Hari di Samosir, Bersaing dengan Kota Lama Semarang dan Bunaken Manado — Jika Lolos Akan Masuk Buku Praktik Baik Nasional 2026″

 

CORAKNEWS.COM, SAMOSIR – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Samosir. Kawasan Waterfront City Pangururan (WFC) dan Kawasan Tele KSPN Danau Toba resmi terpilih sebagai salah satu dari 3 kawasan strategis terbaik se-Indonesia yang akan diverifikasi langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai calon praktik baik nasional.

Kepastian tersebut disampaikan Ketua Pengelola Waterfront City Pangururan dan Kawasan Tele KSPN Danau Toba, Rudi Siahaan, kepada RakyatPost.id, Kamis (22/10/2026).

Rudi menjelaskan, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya tengah menggelar Penilaian Pengelolaan Infrastruktur Berkelanjutan Sektor Pengembangan Kawasan Strategis Tahun 2026. Dari ratusan kawasan di Indonesia, hanya 3 kawasan unggulan yang lolos ke tahap verifikasi lapangan intensif, yakni:

1. Kawasan Kota Lama Semarang, Kota Semarang sebagai Urban Core Heritage – 19-20 Oktober 2026
2. Kawasan Waterfront City Pangururan dan Kawasan Tele KSPN Danau Toba, Kabupaten Samosir sebagai Caldera Lakefront – 22-24 Oktober 2026
3. Kawasan Pantai Malalayang dan Bunaken, Kota Manado sebagai Urban Coastal Waterfront – 26-28 Oktober 2026

Khusus untuk Kabupaten Samosir, Tim Verifikasi Lapangan dari Direktorat Pengembangan Kawasan Strategis (PKS) Ditjen Cipta Karya Kementerian PU RI akan melaksanakan serangkaian kegiatan verifikasi intensif selama tiga hari penuh, 22-24 Oktober 2026.

Tim pusat tersebut didampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Samosir, antara lain Sekda Kab. Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kadis PU Rudimanto Limbong, Sekretaris Kominfo Agustinus Sitinjak, Perwakilan Asisten II dan Staf Dinas Perkim, serta Ketua Pengelola WFC dan Kawasan Tele Rudi Siahaan.

Adapun Tim Penilai yang turun merupakan pakar-pakar nasional yang sangat kompeten di bidangnya:

1. Endra Saleh Atmawidjaja, S.T., M.Sc., DEA – Jafung Penata Kelola Penyehatan Lingkungan Ahli Utama
2. Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D – Guru Besar Perencanaan Wilayah dan Kota UGM (Akademisi)
3. Ir. Theresia Sri Mulyatini Respati, M.T. – Praktisi Nasional

“Penilaian ini mencakup aspek yang sangat komprehensif, mulai dari efisiensi pengelolaan anggaran, manfaat dan dampak lingkungan, ketahanan dan inovasi keberlanjutan, kepemimpinan dan komitmen kelembagaan, hingga pengembangan ekonomi lokal dan pemberdayaan pariwisata,” jelas Rudi Siahaan.

Jika dinyatakan lolos verifikasi, maka Waterfront City Pangururan dan Kawasan Tele akan dibukukan dalam Buku Praktik Baik Pengelolaan Infrastruktur Berkelanjutan 2026 oleh Kementerian PU, dan akan menjadi referensi nasional bagi seluruh kabupaten/kota di Indonesia dalam mengelola kawasan strategis.

Ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan Waterfront City Pangururan di era Pemerintah Kabupaten Samosir tidak hanya berhasil secara fisik, tetapi juga unggul dalam tata kelola berkelanjutan yang berstandar nasional.

Samosir Bangga, Danau Toba Mendunia! (SS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *