CORAKNEWD.COM, SAMOSIR, – “Dari Jakarta ke Samosir cuma butuh 1 hari! Dan jujur… aku takjub banget sama kemajuan wisata Pangururan sekarang. Yuk, ikut 3 hari kita keliling Samosir dari danau sampai ke puncak menara!”, ungkap Ibu Wini Tarmini turis asal Jakarta saat tiba di Samosir, kepada Media kemarin.
“Kita tiba di Pangururan sore hari dan langsung check-in di Vantas Hotel Sialanguan. Strategis banget, view danaunya langsung. Malamnya wajib ke Water Front City Pangururan. Ini proyek keren peninggalan era Pak Jokowi. Liat deh air mancur menarinya! Lampu warna-warni, angin danau sepoi-sepoi. Nutup hari pertama dengan perfect,” jelasnya.
“Day 2 kita full budaya dan alam. Pagi-pagi gas ke Bukit Cinta. View-nya nampol! Langsung menghadap Bukit Sibea-bea yang ikonik banget itu.
Lanjut ke Huta Siallagan, kampung adat Batak yang masih terjaga. Abis puas foto-foto, kita makan malam di Hotel Marianna. Makanannya enak, tempatnya homey. Malamnya balik istirahat di Vantas lagi buat isi tenaga,” ungkap Wini Tarmini.

Selanjutnya, masih keterangan dari Wini Tarmini didampingi Ibu Patriasari, Ibu Rina Rurin Tika Handayani, Ibu Jamilah dari Jakarta. Paginya, lanjutnya, mencari udara sejuk ke Menara Pandang Tele. Dingin, berkabut, view Danau Toba dari atas… priceless! Turun dikit langsung basah-basahan di Air Terjun Efrata.
“Airnya dingin banget, karena langsung dari hutan Tele. Siangnya kenalan sama budaya lagi di Sipitu Dai, Limbong dan mampir ke Museum Batak Pangururan buat ngerti sejarahnya,” tambahnya.
“Hari terakhir kita geser ke Desa Sitamiang, Onanrunggu. Petualangannya makin seru! Naik Speed Boat belah Danau Toba yang luasnya kayak lautan. Kita berhenti lihat Air Terjun Situmurun yang jatuh langsung ke danau. Keren abis! Terus hidden gem-nya Samosir,” katanya.
Selanjutnya, Ekowisata Silima Lombu. Di sini mereka mencoba enaknya Wine Mangga lokal. “Seger, unik, wajib coba! Malamnya nginap di Sitamiang. Besok paginya kita naik speed boat ke Balige, terus langsung ke Bandara Silangit balik Jakarta,” terangnya.
Menurut para turis itu, Samosir sekarang beda. Infrastruktur wisatanya udah maju, spotnya banyak, dan orangnya ramah-ramah.
“Dari megahnya Water Front City sampai sejuknya Tele, Samosir beneran nagih. Kapan ke sini lagi ya..? Pungkasnya. (SS).












