Daerah  

Bukan Sekadar Jualan! BI dan Pemkab Samosir Bekali UMKM Agar Tembus Pasar Luas

CORAKNEWS.COM, SAMOSIR– Rangkaian Festival Tao Toba Joujou 2026 terus menggerakkan ekonomi masyarakat. Salah satu agenda strategis yang digelar adalah “Workshop Pengembangan UMKM” dengan tema “UMKM Samosir Naik Kelas: Standardisasi Produk dan Perluasan Akses Pasar untuk Penguatan Ekosistem Wisata Danau Toba”.

Workshop ini dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026 pukul 13.45 – 15.30 WIB di Waterfront City Pangururan, Samosir. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Bank Indonesia, EKRAF, dan Pemerintah Kabupaten Samosir.

Fokus: Produk Samosir Standar Nasional, Tembus Pasar Luas

Workshop ini menyasar pelaku UMKM Samosir agar mampu meningkatkan kualitas produk, memenuhi standar legalitas, dan memperluas jaringan pemasaran, khususnya untuk mendukung ekosistem pariwisata Danau Toba.

Tiga narasumber kompeten dihadirkan untuk memberikan materi dan pendampingan langsung kepada peserta:

1. dr. Dina Hutapea, MM* – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir. Materi: Pentingnya standardisasi produk pangan dan kesehatan untuk daya saing, termasuk pengurusan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) agar produk bersih, higienis, dan sehat.

2. Nur Azizah Putri Hasibuan, M.Pd – Auditor Halal Center UIN SYAHADA Padangsidimpuan, memberikan wawasan terkait sertifikasi halal sebagai kunci masuk pasar nasional dan ekspor.

3. Iwan Rinaldi – Owner Kripik Sambal Cap Bulang, berbagi kisah sukses dan strategi praktis UMKM lokal yang mampu naik kelas hingga dikenal luas.

Kegiatan ini dipandu oleh Togar Siboro, S.Pd, MM selaku Kabid UMKM Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Tenaga Kerja Kabupaten Samosir.

Sinergi untuk Ekosistem Wisata Danau Toba

Workshop ini menjadi bagian nyata dari komitmen Bank Indonesia dan Pemkab Samosir dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah. Setelah penandatanganan Tim Percepatan Ekspor, pendampingan kapasitas UMKM menjadi langkah lanjutan agar produk Samosir siap bersaing.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi Samosir. Melalui workshop ini kami ingin memastikan produk-produk lokal tidak hanya laku saat festival, tetapi juga memiliki standar kesehatan, kemasan yang menarik, legalitas halal, serta akses pasar yang berkelanjutan melalui digitalisasi dan masuk ke jaringan pasar yang lebih luas, bahkan hingga ekspor,” ujar Elman Silalahi, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Samosir.

Dengan adanya workshop ini, diharapkan pelaku UMKM Samosir dapat segera beradaptasi, naik kelas, dan menjadi bagian dari penguatan pariwisata Danau Toba yang berbasis ekonomi kerakyatan.

Festival Tao Toba Joujou 2026 sendiri telah resmi dibuka pada 6 Agustus 2026 dan akan berlangsung selama 4 hari di Segmen V Waterfront City Pangururan. (SS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *