CORAKNEWS.COM, SAMOSIR,– Pemerintah Kabupaten Samosir bergerak cepat menyelamatkan padi petani dari serangan penyakit blas. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (Ketapangtanikan) menggelar penyemprotan massal fungisida kontak berbahan aktif Heksakonazo di Desa Palipi, Kecamatan Palipi, Kamis (7/5/2026).
Aksi pengendalian hama penyakit ini menyasar lahan pertanaman padi seluas 40 hektare dan diberikan secara gratis kepada petani. Langkah ini diambil untuk menekan serangan penyakit Blast pada tangkai malai atau patah leher, yang dapat menggagalkan panen jika tidak segera ditangani.
Kepala Dinas Ketapangtanikan Samosir, Dr. Tumiur Gultom, SP, MP, turun langsung ke sawah memimpin penyemprotan bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Kehadiran Kadis dan PPL di tengah sawah disambut hangat dan antusias oleh kelompok tani Desa Palipi.

“Penyakit blas patah leher ini berbahaya, bisa buat malai padi kosong. Kita tidak boleh telat. Karena itu kita semprot massal pakai Heksakonazol, dan ini gratis untuk 40 Ha. Negara harus hadir saat petani butuh,” tegas Tumiur Gultom di sela penyemprotan.
Para petani mengaku lega dengan gerak cepat Dinas Pertanian. “Kalau telat seminggu, padi kami bisa puso. Terima kasih Bu Kadis dan PPL sudah selamatkan sawah kami,” ujar salah satu petani.
Penyemprotan massal ini menjadi bukti komitmen Pemkab Samosir dalam menjaga ketahanan pangan daerah melalui pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang cepat, tepat, dan berpihak pada petani.
Hadir Kabid TPH (Tanaman Pangan dan Hortikultura) Mawarni Sinaga dan PPL Kementan RI. (SS).












