FOTO : Ketum DPD ASKONAS Provinsi Sumut Ir Rikson Sibuea ST. (CN/Ist)
CORAKNEWS.COM, TEBING TINGGI,- Ketua Umum DPD Asosiasi Kontraktor Nasional (ASKONAS) Provinsi Sumatera Utara, Ir Rikson Sibuea ST mengatakan, pekerjaan pemeliharaan jalan yang berada di Jalan T Hasyim Kelurahan Bandar Sono Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi, yang dilakukan CV Dian Purnama Perkasa dinilai sudah menyalahi karena pengaspalan dilakukan malam hari.
“Sebab diragukan suhu dari aspal tersebut, jika pengaspalan dilakukan pada malam hari,” tegas Rikson Sibuea saat dihubungi via Ponselnya, Rabu sore (23/9/2026) saat berada di Jakarta.
Suhu aspal, lanjut Rikson, harus sampai ke lokasi minimal 90 derajat celcius. “Karena menurut teknis 110 derajat celcius, supaya mengikat agregat. Jadi kita pertanyakan kenapa, harus dikerjakan malam hari..,” tegasnya.
Dari informasi yang diperoleh dari lapangan, diperkirakan mulai dikerjakan hari Kamis tanggal 17 September 2026 hingga hari Jumat tanggal 18 September 2026.

Selanjutnya, pada hari Sabtu hingga Senin tidak ada pekerjaan apapun, dan pada hari Selasa tanggal 22 September 2026 telah dilakukan pengaspalan, hingga kurang lebih pukul 19.00 WIB, barulah di foto atau dipajang plang pekerjaan tersebut.
Setelah diselesaikan pekerjaan, plang tersebut telah di cabut / dibawa pihak pekerja kembali. “Kami mohon kepada pihak yang berwenang, apakah memang demikian aturan yang ada,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Sementara Rikson Sibuea mengakui, perihal nilai paket kategori PL (dibawah Rp 200 Jt). Plank proyek tidak ada diwajibkan untuk tetap di tayangkan, tetapi harus ada dokumentasi nya sebab biaya plank proyek telah masuk ke biaya Pendahuluan dalam RAB. Bahkan disebutkan, tidak ada dalam Perpres PBJ tentang kewajiban Plank Proyek.

“Tetapi, untuk pekerjaan diatas Rp 200 juta atau pekerjaan yang menyangkut aktivitas masyarakat, PPK wajib menginstruksikan Plank Proyek harus tertayang. Artinya, Plank Proyek itu merupakan semata mata Papan Informasi bagi Publik, tidak merupakan sebagai bentuk penyimpangan apabila tidak tertayang,” pungkas Rikson Sibuea.
Salah satu Tim PUPR bernama Haikal, saat dikonfirmasi ke ponselnya tidak aktif. Lewat WA juga tidak ada dijawab, hingga berita ini dikirim ke Redaksi. (Red)












