Mengutip Keterbukaan Informasi, total pendapatan KAI naik menjadi Rp 17,95 triliun hingga semester I-2026. Angka tersebut menguat 6,6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 16,84 triliun.
Sementara jumlah beban pokok pendapatan KAI tercatat naik tipis menjadi Rp 11,16 triliun hingga semester I-2026, dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 11,12 triliun. Kemudian laba bruto KAI tercatat meningkat menjadi Rp 6,79 triliun, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak Rp 5,71 triliun.
Selanjutnya beban usaha perseroan tercatat naik menjadi Rp 2,12 triliun, dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 2 triliun. Alhasil laba usaha KAI tercatat sebesar Rp 4,66 triliun, naik dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 3,70 triliun.
Kemudian laba usaha KAI terkikis oleh bagian rugi bersih entitas asosiasi dan ventura bersama yang melonjak signifikan menjadi sebesar Rp 2,99 triliun dan beban keuangan perseroan sebesar Rp 1,38 triliun.
Alhasil, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk KAI turun 74,12% menjadi Rp 305,37 miliar di semester I-2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,17 triliun.
Hingga Juni 2026, KAI membukukan jumlah aset sebesar Rp 104,79 triliun. Adapun liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp 65,10 triliun dengan posisi ekuitas tercatat sebesar Rp 39,68 triliun hingga semester I-2026.(dtk)












