Sebelumnya, Frater Christopher Rustam dari Keuskupan Pangkal Pinang yang sedang menempuh pendidikan Filsafat di UNIKA ST Medan tenggelam di perairan Danau Toba, tepatnya di air terjun Situmurun pada hari Sabtu 11 April 2026.
Setibanya di lokasi kejadian, Wakil Bupati Toba mengkoordinasikan tim pencari korban yang terdiri dari Basarnas, BPBD dan tim penyelam dari PT. Regal Spring Indonesia. Berdasarkan keterangan yang disampaikan tim Basarnas, proses pencarian terkendala karena kedalaman palung Danau Toba disekitar lokasi kejadian mencapai hingga 150 meter, kedalaman itu diluar batas kemampuan tim penyelam.
“Lakukan segala upaya, dengan semaksimal mungkin berkoordinasi dengan semua pihak yang bisa membantu ,” kata Wakil Bupati kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Toba, Sikkat Sitompul.
Tidak hanya kepada BPBD, Wakil Bupati juga meminta pihak Basarnas dan penyelam dari PT. Regal Spring Indonesia untuk terus berupaya melakukan pencarian dengan SOP yang telah ditetapkan.
Kepada ibu korban, Nuraini Simbolon, Wakil Bupati menyampaikan rasa belasungkawa. Beliau menyampaikan bahwa Pemkab Toba dan tim akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pencarian.
“Sebagai umat Khatolik, kami yakin bahwa Ibu telah mengiklaskan anak Ibu menjadi milik Tuhan. Kami akan tetap berupaya semaksimal mungkin, semoga Tuhan merestui keinginan kita ini,” kata Wakil Bupati sembari menahan tangis kepada ibu korban yang sudah berada di lokasi sejak hari pertama pencarian.
Melihat upaya pencarian yang dilakukan, termasuk dengan kehadiran Wakil Bupati di lokasi, ibu korban menyampaikan terima kasih.
“Kami benar-benar berterimakasih atas upaya yang telah dilakukan dalam upaya pencarian anak kami. Kami tidak merasa sendiri, kami merasa dirangkul. Biarlah Tuhan yang membalas kebaikan Bapak-Ibu semua yang telah mendukung pencarian anak kami,” kata ibu korban.
“Kami sadar anak kami milik Tuhan, tetapi saya berhadap dapat melihat jasadnya. Saya tidak mampu untuk meninggalkan tempat ini,” katanya sambil menahan tangis. (Hotman)












